Aturan dalam Perancangan Dialog
- Pegang teguh konsistensi
- Informasi disusun dalam formulir-formulir, nama-nama dan susunan menu, ukuran dan bentuk dari ikon, dll, semuanya harus konsisten diseluruh sistem
- Konsisten mengijinkan banyak aksi menjadi otomatis
- Jika ada aplikasi baru hadir dengan fungsi yang berbeda akan menyebabkan user harus mempelajari kembali operasi-operasi yang dilakukan
- Mis: konsistensi di dalam menu bar untuk File, Edit dan Format
- Sediakan shortcut bagi pengguna aktif
- User yang bekerja dengan satu aplikasi dalam seluruh waktunya akan menginginkan penghematan waktu dengan memanfaatkan short cut
- User mulai hilang kesabaran dengan urutan menu panjang ketika mereka sudah tahu pasti apa yang mereka kerjakan
- Short cut keys dapat mereduksi jumlah interaksi untuk tugas yang diberikan
- Designer dapat menyediakan fasilitas makro bagi user untuk membuat short cuts bagi dirinya sendiri
- Dengan short cut membuat user lebih produktif
- Sediakan feedback yang informatif
- Setiap aksi dari user harus ada feedback dari komputer untuk menunjukkan hasil dari aksi tersebut
- Mis: jika user meng-”click” sebuah button harus secara visual ada perubahan bentuk atau bisa berupa bunyi yang mengindikasikan komputer telah meresponnya
- Informasi feedback sangat penting bagi user, mis:
- Jika komputer sedang melakukan proses tertentu, maka perlu ada informasi
- Sediakan error handling yang mudah
- Error dapat menjadi masalah yang serius, sehingga designer harus mencoba mencegah user membuat error
- Ketika errors terjadi perlu cara mengatasinya:
- Pesan error harus dinyatakan secara jelas apa kesalahannya dan menerangkan bagaimana kesalahan tersebut terjadi
- Hindari pesan yang menakutkan atau menyalahkan user seperti: “FATAL ERROR 2005”
- Juga sediakan informasi yang memudahkan untuk mengoreksi error tersebut, mis: “the date of birth entered is not valid. Check to be sure only numeric characters in appropriate ranges are entered in the date of birth fields….”
- Ijinkan pembatalan aksi
- User memerlukan bahwa ketika mereka sudah memilih opsi dan membuat aksi, aktivitas itu dapat dibatalkan atau kembali ke kondisi sebelumnya dengan mudah
- Mengijinkan user untuk belajar tentang sistem dengan melakukan eksplorasi
- Jika mereka melakukan kesalahan, mereka dapat membatalkan aksinya
- Jika user akan menghapus sesuatu yang substansial (mis: sebuah file), sistem harus meminta konformasi terhadap aksi tersebut
- Sediakan fasilitas bantuan (help)
- User yang berpengalaman menginginkan bahwa mereka yang mengendalikan sistem dan sistem merespon mereka. Segala sesuatu yang mereka tidak tahu rasanya ingin segera mendapat jawabannya, oleh sebab itu fasilitas “help” penting untuk menolongnya agar segera mendapatkan solusi
- User yang tidak berpengalaman ketika mengalami kesulitan dalam mengeksplorasi sistem juga perlu mendapat pertolongan yang mudah dan sederhana, fasilitas “help” yang lengkap, mudah dioperasikan akan menolong mereka mengatasi kesulitannya
- Kurangi beban ingatan jangka pendek
- Orang mempunyai keterbatasan pada short-term memory-nya
- Orang hanya mengingat sekitar 7 chunk informasi pada satu saat
Karakteristik Umum Ragam Dialog
- Inisiatif
- oleh komputer: user memberikan tanggapan atas prompt yang diberikan oleh komputer
- oleh user: user mempunyai sifat keterbukaan yang luas dalam artian user diharapkan agar dapat memahami sekumpulan perintah yang harus ditulis menurut aturan (sintaks) tertentu
- Keluwesan
- Tidak
hanya dilihat dari kemampuan sistem menyediakan sejumlah perintah-perintah yang
memberikan hasil sama, tetapi bagaimana sistem dapat menyesuaikan diri dengan
keinginan pengguna dan bukan sebaliknya
- Kompleksitas
- Keluwesan
harus dibayar dengan kompleksitas implementasi yang tinggi, oleh sebab itu
perlu pembatasan kompleksitas dengan cara TIDAK membuat antarmuka lebih dari
yang diperlukan karena tidak ada keuntungan darinya
- Kekuatan
- Didefinisikan
sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan oleh sistem untuk setiap perintah
yang diberikan oleh user. Aspek ini dapat berbenturan dengan aspek keluwesan
dan kompleksitas
- Beban informasi
- Penyampaian
informasi dalam dialog yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
- Konsistensi
- Suatu
atribut yang dapat mendorong user mengembangkan mentalitas dengan cara
memberikan semacam petunjuk untuk mengeksplorasi pengetahuan tentang pemahaman
perintah-perintah baru dengan opsion yang sudah ada
- Umpan balik
- Kemampuan untuk memberikan informasi kepada user tentang proses yang sedang berjalan akibat adanya masukan yang dilakukan oleh user
- Observabilitas
- Sistem dapat berfungsi secara benar namun nampak sederhana bagi user
- Kontrolabilitas
- Sistem yang selalu dalam kontrol user. Dialog yang memiliki sifat ini harus memungkinkan user agar dapat menentukan:
- Dimana sebelumnya ia berada
- Dimana sekarang ia berada
- Kemana ia dapat pergi
- Apakah pekerjaan yang sudah dilakukan dapat dibatalkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar